Intrapreneurship Abdi Masyarakat yang Lebih Efektif & Kontributif

Pemikiran dan proses kewirausahaan dalam pelayanan pemerintah sesungguhnya dapat mendorong inovasi dan menciptakan perubahan positif. Ketika abdi masyarakat memandang peran mereka sebagai business owner dan berfokus pada layanan masyarakat sebagai faktor pendorong utama dalam pekerjaan mereka, maka layanan publik akan meningkat dan engagement abdi masyarakat juga akan meningkat. Melalui pengembangan pola pikir kewirausahaan pada abdi masyarakat, layanan publik dapat ditingkatkan, sumber daya fiskal dapat terwujud optimal, dan kepuasan kerja dan retensi pegawai dapat ditingkatkan.

Entrepreneurship untuk Abdi Masyarakat

Entrepreneurship pada abdi masyarakat memungkinan instansi pemerintah bisa berbuat lebih banyak dengan sumberdaya lebih sedikit guna melayani lebih banyak
Mengembangkan sikap, perilaku, dan keterampilan kewirausahaan; Mengidentifikasi faktor sosial dan situasional dalam lingkup tugas sebagai abdi masyarakat yang berpotensi dapat mendorong atau menghambat perilaku kewirausahaan
Mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang akan memungkinkan mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang, mengelola risiko, dan belajar dari hasilnya.
Memahami proses yang memungkinkan dengan sumber daya terbatas dalam organisasi layanan publik untuk mengubah ide menjadi sukses yang berkelanjutan.
Mengubah masalah dalam tugas abdi masyarakat menjadi peluang; Menerapkan aspek fundamental dari pemikiran kewirausahaan lintas disiplin ilmu dan sebagai sarana pemberdayaan pribadi.
Menetapkan tujuan, mengidentifikasi sumber daya, dan menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tugas abdi masyarakat.
Entrepreneurship pada abdi masyarakat memungkinan instansi pemerintah bisa berbuat lebih banyak dengan sumberdaya lebih sedikit guna melayani lebih banyak